Site icon Talking Dollars and Cents

5 Bukti Anda Termasuk Generasi Melek Finansial

melek finansial

Generasi Melek Finansial

Apakah Anda Termasuk Generasi Melek Finansial?

Apakah Anda Termasuk Generasi Melek Finansial? – Tiap individu pasti mempunyai sistem masing-masing untuk memegang keuangan guna mencukupi kebutuhan hidup. Cara pengelolaan uang yang bagus dan benar hendaknya juga dimiliki oleh generasi millennial. Generasi millennial kini juga semestinya melek finansial agar kehidupan masa depan bisa terjamin dengan baik.

Generasi millennial memang seringkali tak mempunyai kontrol dalam membelanjakan uang, lebih-lebih yang telah berpenghasilan sendiri. Melainkan, yang perlu diingat yakni tetap menyisihkan uang di tabungan, agar gaji tak lewat begitu saja untuk bayar angsuran. Menabung menjadi hal yang penting demi terjaminnya finansial Anda di masa depan.

Arti Dari Melek Finansial

Melek finansial merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang dapat berimbas kepada sikap dan perilaku untuk meningkatkan mutu dalam mengambil keputusan dan pengelolaan keuangan guna menempuh kesejahteraan.

Tujuan dari melek finansial ialah untuk meningkatkan kwalitas pengambilan keputusan serta perubahan sikap dan perilaku dalam mengelola keuangan agar lebih baik. Pengelolaan keuangan yang lebih bagus bisa menyebabkan terjaminnya kondisi finansial Anda di masa depan, sehingga kesejahteraan hidup lebih terjamin.

Inilah Bukti Anda Telah Melek Finansial

Tidak dapat dikesampingkan bahwa masih banyak generasi millennial yang belum bisa mengontrol keuangan dengan baik dan belum memahami seperti apa membikin pengelolaan uang yang terprogram . Banyak generasi millennial yang masih berfoya-foya dengan penghasilan yang diperoleh dan belum sadar pentingnya menabung dan investasi.

Banyak orang yang cenderung belum memahami pentingnya dana darurat yang mesti dimiliki. Bagi Anda yang mungkin sekarang belum dapat mengelola keuangan dengan baik, kamu dapat memulainya sekarang juga. Inilah beberapa cara yang dapat Anda lakukan dalam mengelola keuangan dan bukti bahwa Anda sudah melek finansial.

1. Tentukan Tujuan Keuanganmu

Memutuskan tujuan keuangan membuat pengelolaan keuangan lebih terprogram  dengan baik. Anda dapat mempertimbangkan tujuan keuangan untuk rentang pendek ataupun jangka panjang. Dengan menentukan tujuan keuangan, umumnya seseorang akan lebih termotivasi untuk mewujudkan tujuannya tersebut.

Apabila Anda memutuskan tujuan keuangan dalam rentang pendek, targetkan bahwa tujuan tersebut ditempuh dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Contohnya, kamu dapat mempunyai asuransi jiwa dan dana darurat sebagai tujuan keuangan bentang pendek.

Untuk tujuan keuangan bentang panjang, Anda dapat menempuhnya dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Misalnya, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan kamu ingin membayar uang muka KPR atau membeli rumah. Jika kamu sudah mempunyai tujuan keuangan yang terprogram , itu tandanya Anda telah melek finansial.

2. Membikin Budget Keuangan

Gaji yang kamu terima tiap-tiap bulan hendaknya dialokasikan dalam bentuk anggaran keuangan. anggaran keuangan ini sangat bermanfaat untuk mengenal seberapa besar uang yang kamu keluarkan tiap bulan dan kemana saja dana tersebut dialokasikan.

Untuk mengalokasikan pendapatanmu tiap-tiap bulan, kamu bisa mengaplikasikan rumus 50/30/20. Artinya, 50% pendapatan yang kamu peroleh digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, 30% untuk keperluan diri sendiri (hiburan, jajan, dan angsuran), dan 20% dialokasikan untuk dana darurat, asuransi, atau investasi.

Catat pengeluaran yang Anda lakukan dalam sebuah daftar pencatatan pengeluaran. Tujuannya yaitu agar dapat mengetahui kemana saja dana itu dialokasikan dan agar Anda tahu batas pengeluaran tiap-tiap bulannya.

3. Senantiasa Persiapkan Dana Darurat

Banyak orang yang menyepelekan dana darurat dan cenderung mengaplikasikan uangnya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Meskipun, dana darurat ini amat penting untuk menanggulangi pengeluaran atau kebutuhan yang tidak terduga.

Menyediakan dana darurat juga menghindari kemungkinan untuk berhutang yang dapat menyebabkan membengkaknya kreditan sehingga kondisi keuanganmu makin memburuk. Untuk menjadi generasi millennial yang melek finansial kamu dapat mengalokasikan 10 – 20% penghasilan bulananmu sebagai dana darurat.

4. Berinvestasi

Millennial yang melek keuangan pasti sadar betul pentingnya berinvestasi. Ada beragam tipe alternatif investasi yang bisa Anda lakukan, mulai dari reksadana, pasar uang, obligasi, dan sebagainya.

Saat ini, investasi sudah dapat dilaksanakan dengan mudah via beragam platform investasi. Pun, dari nominal kecil bahkan kamu telah dapat berinvestasi. Sebelum mulai investasi, pastikan dulu untuk mempelajari ilmu-ilmu mengenai investasi dan mulailah melek finansial untuk berinvestasi kini juga.

5. Mereview Berita Finansial

Lazimnya finansial secara terencana  amat penting dikerjakan oleh generasi millennial supaya terbebas dari kebutaan finansial. Pengaruh, orang yang buta finansial cenderung enggan belajar mengenai ilmu-ilmu finansial.

Untuk belajar ilmu-ilmu finansial dapat melalui buku, dunia online, atau menonton video-video edukasi mengenai finansial. Dengan upaya ini, Anda dapat menjadi millennial bermutu yang melek keuangan.

Dampak Dari Milenial Melek Finansial

Tahukah kamu, jika Indonesia saat ini tengah menghadapi bonus demografi millennial sebesar 34% dari sempurna jumlah penduduknya? Akan namun, generasi millennial Indonesia ini hanya cakap mengalokasikan dana pengeluaran yang ditabung sebesar 10% saja. Ini artinya, generasi millennial belum sadar mengenai pentingnya mengelola keuangan dengan bagus.

Hal tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup di era ini yang menyokong masyarakat membelanjakan uang untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Padahal, tahukah Anda seberapa besar dampak melek finansial untuk Indonesia?

Dampak Melek Finansial Untuk Indonesia

1. Mengakibatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Millennial sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan dengan bagus. Kekuatan itu, akses layanan finansial dan instrumen investasi juga semakin gampang diperoleh oleh generasi millennial. Pun, millennial sudah memahami pentingnya passive income yang membikin uang berprofesi dan bukan lagi manusianya.

Kecuali ini mewujudkan millennial memiliki kemandirian ekonomi dan juga keinginan hidup yang lebih terjamin di masa tuanya. Kemandirian ekonomi dan kemauan hidup terjamin yang sudah dimiliki oleh masyarakat menjadikan pertumbuhan ekonomi negara juga semakin baik dan berkelanjutan.

2. Meningkatnya Kompetensi Sumber Berdasarkan Manusia (SDM)

Millennial Indonesia yang melek keuangan ternyata menjadi kekuatan dalam peningkatan kompetensi Sumber Berdasarkan Manusia (SDM). Dengan melek keuangan, artinya masyarakat telah belajar bagaimana menganalisis masalah, membuat keputusan, dan mengukur resiko dalam problem ekonomi.

Dengan kemampuan tersebut, artinya tingkat kemampuan berdaya upaya individu kian bertambah. Kecuali inilah yang akan berdampak pada peningkatan kompetensi Sumber Menurut Manusia (SDM).

Kecuali ini paralel dengan anggapan dari Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) yang mengungkapkan bahwa terdapat kekerabatan antara banyaknya masyarakat yang melek keuangan dengan poin Programme for International Student Assessment (PISA) di suatu negara melewati edukasi kesanggupan keuangan.

3. Memberantas Kemiskinan

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan  Tinggi (Kemenristekdikti) menyebutkan bahwa dengan meningkatnya literasi keuangan memberikan pengaruh signifikan kepada usaha pengentasan kemiskinan.

Beberapa penelitian juga menggambarkan bahwa di era ekonomi modern ini peningkatan literasi keuangan, kesadaran menabung, dan akses kepada jasa keuangan formal bisa memberikan manfaat terhadap peningkatan kesejahteraan dan situasi ekonomi, lebih-lebih bagi generasi millennial sebagai motor ekonomi bangsa.

Exit mobile version